Dalam perkembangan berikutnya, PRCS menuliskan, "🚨 Tim layanan medis darurat PRCS yang masih terjebak di Rumah Sakit Al-Ahli 🏥di Al-Ma'madani di #Gaza mendengar ledakan di daerah tersebut, bersamaan dengan tembakan hebat. 🚑 Terdapat beberapa korban jiwa di halaman rumah sakit sekitar 30 meter dari tim kami namun tidak dapat dijangkau." Ketiga rumah sakit yang dimaksud yakni Rumah Sakit Al-Shifa, Rumah Sakit Al-Quds, dan Rumah Sakit Indonesia. Demikian seperti dikutip dari kanal Health Liputan6.com. Menurut laporan, ketika terjadi serangan di pintu masuk Rumah Sakit Al-Shifa, ambulans sedang mengevakuasi pasien yang terluka parah dan sakit ke rumah sakit di selatan Jalur Gaza. Baca juga: Konflik Israel vs Palestina: Rumah Sakit di Gaza Kewalahan, Korban Tewas Capai 787 Orang Karena itu, MER-C Indonesia memandang perlu untuk mengirimkan tim kemanusiaan ke Gaza Palestina . Rumah sakit (RS) Indonesia di Gaza turut menjadi sasaran penyerangan Israel. Seorang staf organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mati syahid akibat serangan tersebut Direktur Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Mohammad Zakkout, mengatakan situasi di fasilitas medis tersebut lebih buruk dari RS Al Shifa di Gaza. "Apa yang terjadi di sini lebih buruk dari yang terjadi di Rumah Sakit Al Shifa," ujarnya seperti dikutip Middle East Eye, Senin (20/11). Tank-tank israel mengepung Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Palestina setelah tembakan artileri menewaskan sedikitnya 12 warga Palestina di kompleks tersebut, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qudra menyatakan situasi di RS Indonesia sangat kacau, di mana sekitar 700 orang, termasuk staf .

rumah sakit indonesia di gaza